Tujuan penyelenggaraan pendidikan menengah umum (SMU) adalah untuk mempersiapkan peserta didik dalam menuju pendidikan tinggi, karena itu fungsinya lebih pada penyiapan siswa dalam kerangka akademik serta dasar ? dasar pengetahuan sebagai landasan kuat untuk tumbuhnya sikap dan moral sebagai ilmuan.
- Bagaimana memberdayakan lembaga pendidikan menengah sebagai pusat pembudayaan nilai sikap dan kemampuan serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
- Bagaimana melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan menengah umum berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan manajemen.
- Bagaimana meningkatkan kualitas lembaga pendidikan menengah yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
- Membangun unit sekolah/ruang kelas baru berikut sarana ? prasarananya termasuk sarana olahraga, yang ditempuh baik melalui anggaran pemerintah (pusat dan daerah) maupun melalui pemberdayaan pertisipasi masyarakat dengan pengelolaan yang efisien dan kontrol yang semakin ketat.
- Mengembangkan model ?model alternatif layanan pendidikan yang efisien dan relevan bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung, baik kerena persoalan ketidakmampuan biaya maupun persoalan konflik sosial politik, untuk selanjutya dioperasionalkan oleh pengelola pendidikan daerah.
- Memberikan beasiswa kepada keluarga miskin dan kepada siswa yang berprestasi dan bagi siswa yang secara sosial ekonomis tidak beruntung, yang bersumber dari pemerintah dan/atau masyarakat dengan memperhatikan prinsip pemberdayaan, kesempatan, pemerataan dan keadilan.
- Memberikan subsidi selektif untuk sekolah ? sekolah swasta dalam bentuk imbal swadaya, sehingga lebih berdaya dalam mengelola pendidikan serta memacu partisipasi yang semakin meluas dari perguruan swasta lainnya.
- Peningkatan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru melalui pemberian akreditasi dan sertifikasi mengajar bidang studi dan keahlian. Selain itu, dilakukan peningkatan kemampuan profesional melaui pelatihan ? pelatihan dan penataran, memberi peluang kepada guru mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidangnya masing ? masing.
- Meningkatkan kesejahteraan guru secara sistematis dan terlembagakan, melalui pemanfaatan program ? program yang ada pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) atau perguruan tinggi setempat.
- Meningkatkan penyempurnaan kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada basis kompetensi dasar, tidak bias jender, meningkatkan ilmu ? ilmu dasar, memungkinkan tumbuh dan berkembangnya inovasi pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah sesuai dengan kondisi dan tuntutan masyarakat global serta mengembangkan kompetensi minimum dengan mengacu pada standar internasional yang berlaku.
- Mengembangkan siswa berprestasi dengan mencari bibit unggul dalam rangka pengembangan siswa unggul pada abad 21, baik melalui organisasi siswa dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan.
- Melaksanakan model layanan pendidikan alternatif bagi penduduk usia sekolah yang tidak terjangkau dalam pendidikan persekolahan, melaksanakan model layanan pendidikan yang berwawasan keunggulan melalui pola percepatan belajar (accelarated learning)
- Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan menengah diarahkan pada peningkatan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian proses dan hasil belajar secara bertahap dan berkelanjutan serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan proses pendidikan yang berkualitas.
- Menggalakan program peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah melalui peningkatan kemampuan kepala sekolah dan guru dalam pengadaan serta pengelolaan sumber ? sumber daya pendidikan secara efisien, perawatan fasilitas pendidikan secara optimal, serta penyelenggaraan proses pembelajaran yang mampu memacu kreativitas siswa.
- Penyusunan sistem dan standar dalam pengadaan, penggunaan dan perawatan sarana dan prasarana pendidikan yang ada, yang pelaksanaannya didukung oleh peran serta masyarkat.
- Melaksanakan standar pelayanan minimal pendidikan.
- Penyempurnaan kurikulum sekolah yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya inovasi dan pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, sehingga dapat mencapai prestasi yang tinggi dengan mengembangkan standar kompetensi minimum nasional yang diujicobakan sebelum dideseminasi secara nasional.
- Mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif atau yang mampu memacu porses belajar yang maksimal serta mencapai prestasi yang tinggi.
- Pengembangan sistem penilaian yang menggunakan standar internasional secara bertahap, mulai dari lingkungang negara ? negara terdekat.
- Peningkatan efisiensi dan efektivitas proses belajar ? mengajar melalui peningkatan kemampuan guru dalam menegelola belajar dan sumber ? sumber belajar lainnya, agar dapat mendorong siswa belajar secara maksimal.
- Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas kelembagaan dan pengelolaan sumber daya, dengan memaksimalkan partisipasi masyarakat atau orangtua murid dalam mengontrol serta ikut serta dalam pengambilan keputusan pendidikan di sekolah
- Pengembangan manajemen berbasis sekolah dan masyarakat (school and community based management) dalam rangka meningkatkan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan peningkatan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam pembinaan pendidikan menengah.
- Melaksanakan demokratisasi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan SMU melalui peningkatan kemampuan pengelola daerah dan pengelola satuan pendidikan yang didukung oleh partisipasi masyarakat dan orangtua siswa. Untuk itu, dikembangkan model manajemen berbasis sekolah yang didukung oleh kemampuan aparat pengelola daerah.
- Mengembangkan sistem akreditasi pendidikan SMU yang berorientasi pada peningkatan mutu kelembagaan pendidikan, dengan memanfaatkan para ahli kependidikan di daerah.
- Memberdayakan personil dan lembaga dikembangkan sistem insentif yang mendorong kompetisi yang sehat antar lembaga dan personil sekolah.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat setempat melalui optimalisasi peran BP3, komite sekolah dalam memobilisasi sumber? sumber untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan sebagai mitra kerja pemerintah.
INSAN YANG BERCINTA DENGAN IKHLAS AKAN SETIA KEPADA KEKASIHNYA DAN MUDAH MELUPAKAN KEKASIHNYA BEGITU SAJA.YANG TIDAK IKHLAS MUDAH BERUBAH.
Admin
APABILA ALLOH MEMBERIMU KENIKMATAN TETAPI KAMU BERMAKSIAT MAKA WASPADALAH TERHADAP ADZAB-NYA
Admin
APA YG DI SEMBUNYIKAN ORANG DALAM HATINYA AKAN TAMPAK PADA LIDAH DAN WAJAHNYA
Admin
HARTA YANG PALING MENGUNTUNGKAN IALAH SABAR. TEMAN YANG PALING AKRAB ADALAH AMAL. PENGAWAL PERIBADI YANG PALING WASPADA ADALAH DIAM. BAHASA YANG PALING MANIS ADALAH SENYUM. DAN IBADAH YANG PALING INDAH TENTUNYA KHUSYUK.
admin