Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, karunia, taufiq, dan hidayahNya, atas selesainya Panduan Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) untuk SMP/MTs dan SMA/MA. Penyelenggaraan SKS adalah sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 12 ayat (1) yang menyatakan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya”. Selanjutnya pada butir (f) dinyatakan: “Peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan”.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 11 Ayat (1), (2) dan (3) mengatur bahwa: ”Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB, atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks)”. Ayat (2) ”Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB,SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester”; Ayat (3) ”Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB,SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester”.
Publisher Nurjolis, sumber informasi http://psb.dikmenum.go.id
Dalam proses belajar-mengajar di sekolah formal, guru kelas dan mata pelajaran seharusnya mencari potensi anak, bukan memvonis anak pintar dan bodoh.
Hal tersebut diungkapkan Guru Besar FKIP Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Sudjarwo, dalam seminar pendidikan, Senin (19/10). Menurut dia, seharusnya seorang guru mempunyai kecakapan diagostik dan kompentensi aplikatif.
"Sebagai guru harus bisa menggali potensi atau kemampuan anak didik untuk dikembangkan, bukan memvonis anak ini pintar dan ini bodoh," ujar Sudjarwo.
Selain itu, Sudjarwo mengungkapkan, seorang guru harus memiliki otonomi untuk mengatur anak didiknya. Selanjutnya, sama seperti organisasi profesi lainnya, guru harus memiliki kode etik. Kode etik yang dikeluarkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus dipatuhi bagi yang tergabung dalam organisasi tersebut. ''Pendidik atau guru harus mempunyai ciri dan prinsip profesionalitas, di antaranya harus ada keahlian khusus,'' jelasnya.
Sudjarwo mengutip makna profesional dari UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Yaitu, pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu dan norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi. Ia menambahkan ciri profesionalitas guru harus memiliki keahlian khusus, selain panggilan hidup. Berikutnya, memiliki teori yang baku lalu mengabdikan diri untuk masyarakat.
Publisher nurjolis, sumber informasi http://www.republika.co.id/berita/pendidikan
JAKARTA, KOMPAS.com - Digulirkannya sistem satuan kredit semester (SKS) tidak akan mengubah kebijakan pemerintah untuk tetap menggelar ujian nasional (UN). UN dinilai tidak ada kaitannya dengan sistem SKS.
Demikian hal itu Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional, Suyanto, di Jakarta, Rabu (25/8/2010), terkait rencana pemerintah menggulirkan sistem SKS di sekolah tingkat SMP dan SMA atau sederajat. Disinggung mengenai ada tidaknya Ujian Nasional (UN) saat sekolah telah menerapkan sistem SKS, Suyanto mengatakan hal itu tidak ada hubungannya.
"SKS itu sistem pembelajaran, sedangkan UN sistem evaluasi yang tetap akan digunakan untuk mengukur kemampuan anak didik. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya," ujar Suyanto.
Sementara itu, menurut pemerhati dan peneliti bidang pendidikan Erlin Driana, pemerintah dinilai terlalu cepat untuk memakai sistem ini tanpa memperhatikan realitas yang ada, yaitu kondisi pendidikan di Indonesia yang saat ini begitu timpang, antara Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) atau Sekolah Berstandar Internasional (SBI), sekolah kategori mandiri (SKM), atau sekolah standar nasional (SSN).
"Yang utama itu bukan pada sisi jumlah SKS yang harus dipenuhi agar siswa lebih cepat lulus, tapi pada pilihan-pilihan mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan minat dan kemampuan siswa. Hal ini nantinya lebih diperlukan siswa untuk kesiapan mereka ke perguruan tinggi," ujar Erlin.
"Yang jelas dululah akan seperti apa dan bagaimana sosialisasinya ke semua sekolah untuk siap menerima sistem ini. Terus ujian nasional (UN) yang mereka (BSNP) ciptakan itu mau dikemanakan, apakah itu singkron?" ujar Erlin.
Publisher Nurjolis, sumber informasi http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id
Pelajar Indonesia berhasil meraih dua medali perak dalam ajang penelitian remaja tingkat internasional, yaitu INESPO (International Environtment Scientifict Project Olympiad), yang dilaksanakan 3 – 7 Juni 2010 di Belanda. Medali perak berhasil diraih oleh dua orang siswi asal Aceh Cut Nyak Savira dan Aisyah Minzikrina. Keduanya adalah pelajar SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School, Banda Aceh. Satu perak lainnya berhasil diraih oleh Gita Andini dan Fira Rustiana dari SMA Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung.
Dalam meraih prestasi akademik melalui pendidikan bermutu, perlu dikembangkan kecerdasan komprehensif dan bermakna yang meliputi olah hati (cerdas spiritual), olah pikir (cerdas intelektual), olah rasa (cerdas emosional dan sosial), dan olah raga (cerdas kinestetis). Olah pikir dilakukan untuk mengembangkan kompetensi dan kemandirian ilmu pengetahuan serta teknologi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Atas menyelenggarakan olimpiade sains berjenjang sebagai ajang kompetisi bergengsi bagi siswa-siswi Indonesia, mulai di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Selama mengikuti kompetisi Sarah mengaku kesulitan pada saat melakukan praktikum tentang geosfer dan astronomi. Apalagi Sarah merasa nilai astronomi yang Ia dapat tidak memuaskan. “Aku dapat teleskop yang berat banget. Jadi ada beberapa bagian yang aku kesulitan menggunakannya. Padahal waktu latihan sudah siap dan mahir menggunakannya, malah pada saat akan digunakan salah satu bagian teropong macet dan susah dibuka. sampe aq nggak bisa ngebuka beberapa bagian alat. Padahal pas latihan itu bisa dibuka,” ujar Sarah yang mengaku Taiwan dan Korea adalah lawan terberatnya. Sumber informasi selengkapnya (http://kesiswaan.dikmenum.go.id/)
Berikut ini adalah daftar Para Peraih Medali Olimpiade Sains Internationals 2008
Download
INSAN YANG BERCINTA DENGAN IKHLAS AKAN SETIA KEPADA KEKASIHNYA DAN MUDAH MELUPAKAN KEKASIHNYA BEGITU SAJA.YANG TIDAK IKHLAS MUDAH BERUBAH.
Admin
APABILA ALLOH MEMBERIMU KENIKMATAN TETAPI KAMU BERMAKSIAT MAKA WASPADALAH TERHADAP ADZAB-NYA
Admin
APA YG DI SEMBUNYIKAN ORANG DALAM HATINYA AKAN TAMPAK PADA LIDAH DAN WAJAHNYA
Admin
HARTA YANG PALING MENGUNTUNGKAN IALAH SABAR. TEMAN YANG PALING AKRAB ADALAH AMAL. PENGAWAL PERIBADI YANG PALING WASPADA ADALAH DIAM. BAHASA YANG PALING MANIS ADALAH SENYUM. DAN IBADAH YANG PALING INDAH TENTUNYA KHUSYUK.
admin