Berita

SMAN4 Denpasar, Quality Improvement Program

26 March 2009

SMAN 4 Denpasar,
Quality Improvement Program

Bangunan megah yang ada di depan mata terlihat asri dan sejuk. Gapura khas Bali yang artistik membuat lidah berdecak kagum saat memasukinya. Suasana belajar mengajar akan terasa setelah berada di dalam lingkungan sekolah. I Wayan Rika, M.Pd, Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas Negeri 4, menyambut kedatangan Potensi dengan ramah. Di ruangannya, kami berbincang-bincang seputar aktivitasnya dalam menangani sekolah itu hingga berhasil menelurkan siswa-siswa berprestasi untuk kelas nasional maupun internasional.

Untuk daerah Bali, khususnya kota Denpasar, keberadaan SMAN 4 yang berdiri sejak tahun 1982 ini, tidak lagi dianggap sebelah mata. Sebagai sekolah dengan berbagai prestasi yang mengagumkan, banyak orangtua memilih sekolah ini untuk anak-anaknya. Untuk masuk ke sekolah yang terkenal dengan prestasi siswa-siswanya, memang tidak mudah, sebab selain harus melalui saringan yang ketat, nilai kelulusan untuk bisa masuk juga lumayan tinggi.

Beberapa kiat telah dilakukan I Wayan Rika agar sekolah yang ditanganinya dapat eksis di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, semua itu tidak lepas dari kerjasama antara guru, siswa, orangtua dan instasi terkait yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Eksplore Minat Bakat

Metode SMAN 4 dalam mendorong siswa-siswanya hingga banyak yang ikut olimpiade tingkat nasional maupun internasional, menurut I Wayan Rika, ada program khusus untuk itu, salah satunya dengan mengeksplore minat bakat siswa secara akademis. Eksplore bakat dan minat siswa ini diberi nama quality improvement program atau program peningkatan mutu. “Begitu anak-anak masuk SMAN 4, murid kelas satu sudah kita berikan test minat dan bakat secara akademis. Setelah mengisi list, mereka harus memilih satu mata pelajaran yang disukai. Ada yang berminat matematika, maka dia akan memilih matematika, ada pula yang minatnya biologi, Bahasa Inggris dan sebagainya. Dari minat ini kita test lagi untuk menjaring yang lebih berprestasi di bidangnya itu, betul tidak dia bidangnya di sini?” Jelas Wayan Rika.

Jika siswa telah menentukan pilihan mata pelajaran yang paling disukainya, menurut Wayan Rika, mereka akan diberikan pembinaan. “Selain pembinaan, kami juga melibatkan psikolog dari guru BK (Bimbingan Konseling). Pembinaan yang diberikan sesuai dengan aturan yang kita terapkan, yaitu, minimal lima jamlah dalam satu hari si siswa belajar.” Tambahnya.

Hasilnya, siswa-siswa yang terpilih itu merasa senang, mereka tidak stres karena memang di sana minatnya. “Jadi, semakin lama diberikan, semakin senang mereka. Sehingga mereka sangat enjoy dalam melakukan latihan-latihan. Apalagi di sini ada hot spot untuk akses internet selama24 jam. Di samping itu, sarana yang ada kita gunakan secara maksimal.” Ujar Wayan Rika kembali.

Penghargaan untuk Guru

Dalam melaksanakan pembinaan kepada para siswa, strategi yang dilakukan sekolah dilaksanakan dengan berbagai cara. Namun Secara materi diakui Rika, para guru kalah dengan siswa. Meski demikian, materi bukanlah tolak ukur yang utama dalam mendidik siswa-siswa yang berprestasi. Guru boleh kalah dalam hal materi dengan siswa, namun peran guru dalam mencetak siswa-siswa hingga bisa memperoleh medali emas, perak maupun perunggu tidak bisa dianggap sebelah mata. “Gurulah yang memberikan semangat, pengarahan-pengarahan dalam melayani siswa. Saya bahkan titip pesan pada para siswa untuk selalu “curhat” pada guru pembimbing jika mereka menemukan masalah. Mereka tidak boleh mengemukakan masalah mereka pada teman. Sampai badan kurang sehat pun harus curhat pada guru pendamping atau BK,” tutur Wayan Rika.

Kedekatan siswa secara psikologis dengan guru pembina pada akhirnya akan membuat siswa merasa sangat dihargai. Dengan begitu siswa akan malu jika dia tidak berhasil. Peran guru seperti ini memang tidak terlihat secara nyata. Meski begitu sudah sepatutnya guru memperoleh reward dari pemerintah kabupaten/kota. “Paling tidak guru pembina dibantu dalam meningkatkan SDM dan pengalaman mereka. Jangan sampai setelah si siswa menang dalam sebuah olimpiade, peran guru hilang begitu saja.” Ujar Kepala Sekolah SMAN 4 ini lagi.

Bijaksana Soroti Pendidikan di Indonesia

Kepala Sekolah SMAN 4 ini juga menyinggung mutu pendidikan di Indonesia. Menurutnya, kalau diambil secara keseluruhan atau rata-rata dibanding negara lain, mutu pendidikan memang masih berada di bawah negara lain. “Tetapi kalau kita ambil secara personal dengan prestasi siswanya, kita jauh berada di atas mereka. Kami, SMAN 4 bekerjasama dengan lima sekolah luar negeri, mutu mereka jauh di bawah kita.

Tetapi kalau kita bicara sekolah yang ada di pelosok-pelosok Indonesia, kita menjadi lebih rendah dari negara lain. Namun, kalau dinilai melalui olimpiade, juara apa saja ada di Indonesia, apalagi kalau diadu dalam lomba-lomba internasional, Indonesia tidak pernah kalah. Contohnya debat Bahasa Inggris, tim kita bisa menang melawan peserta dengan basis Inggris. Kita harus bijaksana menyoroti pendidikan di Indonesia.” Tegas Wayan Rika.

Ujian Nasional

Disinggung masalah Ujian Nasional, menurut Wayan Rika, pelaksanaan UN yang ada sekarang sudah bagus, ia berharap implementasi di lapangan harus maksimal, jangan sampai sekolah terobsesi pada hasil dan fanatik pada rangking akan berakibat pada terjadinya kecurangan yang berujung pada obsesi dari pihak sekolah agar murid-muridnya lulus semua. (fanny)



Silahkan masukan komentar Anda

Nama :

E-mail :

Pesan :



Sumber Inspirasi

INSAN YANG BERCINTA DENGAN IKHLAS AKAN SETIA KEPADA KEKASIHNYA DAN MUDAH MELUPAKAN KEKASIHNYA BEGITU SAJA.YANG TIDAK IKHLAS MUDAH BERUBAH.

Admin

APABILA ALLOH MEMBERIMU KENIKMATAN TETAPI KAMU BERMAKSIAT MAKA WASPADALAH TERHADAP ADZAB-NYA

Admin

APA YG DI SEMBUNYIKAN ORANG DALAM HATINYA AKAN TAMPAK PADA LIDAH DAN WAJAHNYA

Admin

HARTA YANG PALING MENGUNTUNGKAN IALAH SABAR. TEMAN YANG PALING AKRAB ADALAH AMAL. PENGAWAL PERIBADI YANG PALING WASPADA ADALAH DIAM. BAHASA YANG PALING MANIS ADALAH SENYUM. DAN IBADAH YANG PALING INDAH TENTUNYA KHUSYUK.

admin