Japan Foundation bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), mengadakan Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2009. Lomba yang didukung oleh Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Kedutaan Besar Jepang, dan Panasonic, berlangsung 21 Februari di Hall The Japan Foundation, Jakarta. Kata sambutan disampaikan oleh Drs. Muchlis Catio, M.Ed, Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA, Departemen Pendidikan Nasional.
Suasana hening ketika tiga belas peserta lomba pidato tampil di depan para juri. Mereka tampak berani dan percaya diri. Masing-masing peserta membawakan tema pidato yang berbeda-beda. Sesekali penonton tertawa kecil tatkala melihat cara mereka berpidato. Usai menyampaikan pidatonya, tiap peserta harus menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan juri.
Di sela-sela perdebatan untuk menentukan siapa yang akan ke luar sebagai juara, acara diisi dengan pertunjukkan musik tradisional Jepang, Shamisen dan Koto yang dimainkan Chieko Fukuda, dan musik tradisonal Indonesia berupa kecapi dan suling oleh Kang Deni.
Ketua dewan juri Tani Masaki dalam laporannya menjelaskan, bakat dan kemampuan para serta lomba cukup memuaskan. Tema yang diberikan juga menarik dan beragam. Kepada para peserta, ia memberi masukkan jika dalam berpidato, baik kalimat, olah tubuh maupun intonasi suara jangan terlalu berlebihan. Hal ini mengakibatkan pesan yang akan disampaikan kepada para penonton tidak bisa dicerna dengan baik. Ia juga berharap melalui kegiatan ini hubungan dalam bidang pendidikan dan kebudayaan antar Jepang dan Indonesia, semakin meningkat. “Semoga lomba ini bisa menjadi jembatan emas dalam bidang pendidikan dan kebudayaan antar ke dua negara.” Harap Tani Masaki.
Adapun yang berhasil menang pada lomba ini sebagai berikut : Juara I Salma Nur Fahmaddin (SMAN I Depok), Juara II Pitria Kumala Sari (SMKN I Medan), Juara III Milka Ivana Hariyanto (SMA Stella Duce I Yogyakarta).
Rencananya, para pemenang akan dipromosikan untuk program kunjungan ke Jepang. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama pemenang dan dewan juri.
Juara I,
Saya sangat menyukai pelajaran Bahasa Jepang. Pada seleksi awal untuk tingkat Jabodetabek, saya memperoleh peringkat ke dua. Tapi setelah bertanding di tingkat nasional, saya nggak nyangka bisa dapat juara pertama. Selama ini nggak ada pembinaan khusus yang saya ikuti. Biar nggak tegang, selama ikut lomba dibawa santai aja, namun tetap serius.” Ujarnya.
Bagi pelajar asal Medan ini, menjadi pemenang ke dua merupakan kejutan. “Saya senang sekali dapat juara dua. Saya membawakan pidato yang berjudul Rambut Saya. Saya sangat suka rambut saya, kadang teman-teman saya memanggil saya “sadako” (hantu yang ada di sebuah film horor Jepang) karena kalau saya menguraikan rambut saya kedepan katanya mirip sadako, he…he..he,” jelas remaja yang suka sekali dengan anime Jepang ini.
Juara III,
Milka Ivana Hariyanto (SMA Stella Duce I Yogyakarta)
Aku ingin sekali ke Jepang tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Judul pidatoku Borobudur. Pada pidato itu ada kisah yang sangat berarti buatku, aku ingin menjadi pemandu wisata di Borobudur. Kayaknya mengasyikkan.” Tukas Milka yang pada seleksi awal lomba di Temanggung, agak minder dengan peserta yang lain. Ia merasa peserta lain lebih fasih Bahasa Jepangnya dibanding dirinya. “Tapi, ternyata saya yang terpilih untuk bertanding di tingkat nasional.” Tambahnya. Melalui lomba ini, Milka ingin membuktikan kalau kelas bahasa juga bisa berprestasi.
(Sidik/Fanny)
INSAN YANG BERCINTA DENGAN IKHLAS AKAN SETIA KEPADA KEKASIHNYA DAN MUDAH MELUPAKAN KEKASIHNYA BEGITU SAJA.YANG TIDAK IKHLAS MUDAH BERUBAH.
Admin
APABILA ALLOH MEMBERIMU KENIKMATAN TETAPI KAMU BERMAKSIAT MAKA WASPADALAH TERHADAP ADZAB-NYA
Admin
APA YG DI SEMBUNYIKAN ORANG DALAM HATINYA AKAN TAMPAK PADA LIDAH DAN WAJAHNYA
Admin
HARTA YANG PALING MENGUNTUNGKAN IALAH SABAR. TEMAN YANG PALING AKRAB ADALAH AMAL. PENGAWAL PERIBADI YANG PALING WASPADA ADALAH DIAM. BAHASA YANG PALING MANIS ADALAH SENYUM. DAN IBADAH YANG PALING INDAH TENTUNYA KHUSYUK.
admin